Wednesday, January 30, 2013

Denah Rumah Minimalis 2 Lantai



Posting kami kali ini menampilkan desain denah rumah minimalis 2 lantai.

Bentuk tanah yang panjang dan sempit berukuran 5 x 17 m -mengharuskan kami untuk membuat tangga yang menerus memanjang demi mendapatkan tata ruang yang lebih optimal.

Pemilik rumah menginginkan 2 buah rung tidur berada di lantai 2, berikut kamar mandi dan ruang cuci-jemur.

Ruang-ruang dengan aktifitas publik dan semi privat seperti R. Tamu, R. Keluarga, R. Makan dan Dapur serta Gudang di lantai 1. Terdapat lubang atau bukaan pada masa bangunan berupa void sebagai pencahayaan dan penghawaan. Kami menyisakan sedikit taman dan kolam ikan untuk membuat suasana lebih natural dan nyaman.


Sebuah gambar fasade atau tampak muka dari Desain Rumah Minimalis lantai 2, seperti umumnya rumah minimalis yang selalu bermain dengan elemen-elemen geometris.Sang pemilik menginginkan sebuah aksen sehingga fasade bangunan tidak terlalu membosankan. Hal itu kami aplikasikan berupa bidang dinding ornamen yang terbuat beton ringan pracetak, atau tersusun dari rooster atau lubang ventilasi motif yang banyak beredar dipasaran.





Proyek : Rumah Tinggal
Pemilik : Bpk. Gerhard Marpaung
Lokasi : Kalibata – Jakarta
Mei 2012


Sumber: http://www.gambarrumahminimalis.org/2012/05/denah-rumah-minimalis-2-lantai.html

Cantiknya Fasad Rumah Mungil Tipe 36 Ini


 Anda mungkin sepakat dengan saya. Betapa cantiknya fasad rumah mungil ini bukan. Semoga menjadi inspirasi bagi yang sedang mengidamkan sebuah rumah yang nyaman dan asri.
Dan tampaknya desain rumah ini memiliki 2 akses pintu masuk/keluar. Pertama dibagian muka (ruang tamu) dan yang kedua di bagian samping (tidak terlihat di gambar).

Memang sejatinya rumah yang ideal memiliki lebih dari satu pintu untuk akses keluar-masuk untuk kondisi darurat. Misalnya saja ketika ada kegiatan pengajian sementara anak atau anggota keluarga kita ada keperluan keluar-masuk, ketika ada layanan antar gas elpiji/air minum atau ketika ada tukang kebun yang hendak merapikan kebun belakang rumah.

Sumber : Google search image

Minimalis Asri Hijau



Oleh : Andan Nadriasta, ST – andanarsitek@yahoo.com

Netters eramuslim dimanapun anda berada, tampilan rumah minimalis hingga hari ini memang masih cukup kuat pengaruhnya. Hingga demam mode rumah ini menjalar sampai kemana-mana. Tidak jarang demam ini mengabaikan kondisi alam kita yang tropis.

Disain impor ini sebenarnya tidak terlalu cocok dengan iklim tropis kita. Karena ia hanya mengandalkan tampilan muka bangunan yang menarik. Dengan gaya mencolok dan mengandalkan pet beton di muka bangunan sudah menjadikan ia berbeda dengan rumah kebanyakan.

Nah, efeknya rumah sepertti ini menjadi gersang dan panas. Tidak sedikit rumah minimalis namun maksimalis dari sisi listriknya. Karena harus banyak menggunakan AC untuk menurunkan suhu. Atau maksimalis dari segi perawatannya. Karena area muka yang banyak tertimpa hujan dan panas memerlukan perawatan ekstra.

Berdasarkan pengalaman tersebut saya mencoba membuat olahan disain minimalis yang tetap ramah bersahabat dengan alam sekitarnya. Alhamdulillah diberi kesempatan oleh Pak Aziz di Kalisari – Jakarta Timur. Saya dapat mencoba kreasi menarik ini untuk dibagikan informasinya kepada netters eramuslim yang telah setia mengakses kami selama ini.

Fasad rumah ini dilapisi batu alam susun sirih. Hingga temboknya kuat dan tak perlu berganti cat karena kusam terkena hujan – panas tropis. Tinggal merawat dengan cairan anti jamur dan coating clear untuk melindungi tekstur batu alam.

Lubang angin tegak yang menjadi ciri khas minimalis membuat rumah segar. Apalagi dengan taman hijau segar asri di depan rumah. Semakin membuat rumah ini kental dengan nuansa tropi.

Perawatan kusen menjadi mudah karena ia terdiri dari bahan alumnimum yang aman terhadap perubahan iklim yang ekstrem. Dan dengan pet beton pelindung akan membuat kucuran air hujan tidak langsung jatuh ke bangunan.

Inilah sebuah ide sederhana akan rumah minimalis hijau asri yang sejuk segar. Semoga dapat menjadi info berharga bagi netters sekalian.


Sumber: http://www.eramuslim.com/konsultasi/arsitektur/minmalis-hijau-asri.htm#.UNnbyeQ9_yA

Tuesday, January 29, 2013

Denah Rumah Minimalis Tipe 36


Seseorang klien ingin merenovasi rumah yang telah ditinggalinya selama 2 tahun. Sebuah rumah type 36 disebuah perumahan di kab. Bogor. Karena anggarannya terbatas sehingga ia hanya menginginkan sedikit perluasan untuk dapur serta penambahan dak beton lantai 2 sebagai area cuci-jemur pakaian. Hasilnya berupa desain perluasan denah rumah minimalis type 36 di bawah ini.


Halaman depan (no.1) diberi perkerasan berupa grassblock yang nantinya dapat diletakkan meja-kursi lipat yang dapat dipindahkan setiap menerima kedatangan tamu. Area ini dapat diberi naungan atap berupa pergola kayu (no.12) yang dapat dirambati oleh tanaman. Bagian depan ini dilengkapi dengan bak sampah (no. 2).

Penggunaan tv plasma (no.4) hemat energi yang menempel di dinding (tanpa meja) akan membuat R. duduk terlihat lebih lega. Perlengkapan audio visual lainnya berupa DVD player dll. diletakkan pada lemari built-in (no.3).

Peletakan meja makan berkapasitas 4 kursi (no.3) yang menempel pada dinding agar mengurangi pemborosan area sirkulasi bila meja makan tsb. diletakkan di tengah.

R. tidur yang hanya berukuran 3×2,8 m (no.5) & 2,7×3 m (no.8) di desain se-efisien mungkin dengan penambahan laci-laci di bawah tempat tidur untuk menyimpan barang-barang. Nantinya bila sang pemilik memiliki uang cukup -r.tidur paling depan akan dibongkar untuk difungsikan sebagai carport, dan r.tidur tersebut akan dipindahan ke lantai 2 .

Kamar mandi menggunakan shower (no.7) tanpa bak mandi, karena penggunaan shower lebih menghemat air dibandingan mandi cibang-cibung memakai gayung plus bak mandi. Penghematan air tentunya merupakan penghematan listrik.

Area belakang (no.10) merupakan area bukan untuk sirkulasi cahaya dan udara. Area ini tertutup pada bagian atas menggunakan teralis besi dan fiberglass yang dapat dibuka-tutup -demi keamanan terhadap ancaman pencuri atau saat hujan (no.15).
Terdapat taman dengan lemari kecil (no.9) untuk menyimpan barang-barang, serta tangga monyet (no.11) untuk menuju ke lantai 2 yang merupakan area cuci-jemur pakaian serta tangki air (no.14).
Pada bagian depan dibangun kanopi beton (no.13) sepanjang dinding fasade depan agar rumah lebih berkesan modern.
Untuk desain ini  rumah minimalis™ mendepankan fungsi serta efisiensi, karena luasan rumah serta lahan yang sangat sempit…. “memaksimalkan yang minimal” merupakan kunci jawaban bagi desain rumah ini.
Sumber: http://www.gambarrumahminimalis.org/2012/09/denah-rumah-minimalis-type-36.html

Mando Footlose




Sebuah pabrikan sepeda asal Korea akan memperkenalkan produk inovatif mereka di ajang pameran sepeda Eropa. Mando Footloose adalah nama dari produk sepeda yang mereka akan perkenalkan.
Sepeda listrik yang mereka desain berkonsep tanpa rantai.
Putaran pedal menghasilkan listrik yang kemudian listrik tersebut dialirkan untuk memutar motor penggerak roda belakang sepeda. Sebuah ide yang simpel namun efektif.
Desain sepeda listrik yang mereka buat cenderung futuristik. Dengan fitur sepeda lipat, sepeda ini memiliki karakter lembut di sudut-sudut dimensinya.
Berikut ini visualisasi dari sepeda listrik Mando Footloose.


Monday, September 12, 2011

Wuih... Panasnya!

Bumi yang segar, impian semua orang
"Wuiiiihhhh.... Panasnya!", Hampir bisa dipastikan semua orang mengucapkan hal yang sama. Memang musim kemarau tahun ini terasa lama sekali. Meski surabaya dikenal oleh sebagian orang sebagai daerah yang udaranya lebih panas ketimbang jakarta, namun musim kemarau (baca: panas) yang berkepanjangan tahun ini cukup membuat warga surabaya sedikit menggrundel.

Saya tidak terlalu paham dengan apa yang disebut Global Warming. Namun dari sumber yang saya dapat di Wikipedia disana dijelaskan bahwa :
Pemanasan global atau Global Warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.

Kemudian, masih bersumber dari Wikipedia dipaparkan bahwa :

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Solusi praktis meminimalisir dampak Global Warming
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.